Masyarakat bisa cek status penerima bansos dengan cara mudah hanya menggunakan NIK KTP melalui laman resmi Kemensos di cekbansos.kemensos.go.id.
Proses pembaruan data ini dilakukan dengan mengintegrasikan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) agar penyaluran bantuan dapat lebih tepat sasaran dan sesuai kondisi penerima.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa penguatan sistem pendataan serta digitalisasi bansos merupakan langkah penting untuk memperbaiki kendala yang masih terjadi dalam proses penyaluran bantuan di lapangan.
“Kebijakan Presiden terkait konsolidasi data dan digitalisasi bansos ini memang sangat sesuai dengan kebutuhan di lapangan,” ujarnya dalam siaran pers Kemensos, Rabu (22/4/2026).
Pemerintah menargetkan sistem digitalisasi ini dapat digunakan sebagai dasar penyaluran bansos pada triwulan IV 2026 atau paling lambat awal tahun 2027.
Mekanisme Pengecekan Bansos Menggunakan NIK
Untuk mengetahui status penerima bantuan, masyarakat dapat melakukan pengecekan menggunakan NIK 16 digit sesuai KTP.
Dilansir dari Kompas.com berikut langkah-langkahnya:
- Buka laman resmi cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan NIK sesuai KTP
- Isi kode verifikasi yang muncul di layar, lalu jika kurang jelas dapat menekan tombol refresh
- Klik opsi “Cari Data” untuk melihat hasil
Data penerima bansos kini bersumber dari DTSEN yang mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan atau desil.
Desil 1 hingga 4 merupakan kelompok prioritas utama penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako, sedangkan desil 5 masih berpeluang mendapatkan bantuan iuran kesehatan (PBI-JK).
Perbaikan Data Penerima Bansos
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Panjaitan menyampaikan bahwa pembaruan sistem mulai menunjukkan hasil positif dalam meningkatkan akurasi penyaluran bansos.
“Yang paling banyak terlibat di sini menurut saya Kementerian Sosial, karena memang persoalan terbesar ada di sana. Tapi sekarang kita lihat sudah mulai bisa diperbaiki,” kata Luhut.
Sementara itu, Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan bahwa uji coba sistem di Banyuwangi menunjukkan penurunan kesalahan data secara signifikan.
“Ketika kita menggunakan data lama, tingkat kesalahan bisa sampai 77 persen. Dengan DTSEN turun jadi sekitar 28 persen. Setelah digitalisasi bansos, itu bisa ditekan sampai di bawah 10 persen,” ujarnya.
Saat ini terdapat sekitar 10 juta keluarga penerima manfaat PKH, 18,25 juta penerima bantuan sembako, serta sekitar 2,8 juta warga pada desil 1 yang masih belum tersentuh bantuan.
Pemerintah juga berencana memperluas uji coba sistem ini ke 42 kabupaten/kota dengan alur layanan terpadu mulai dari pendaftaran, verifikasi, hingga proses sanggahan data.
Kesimpulan
Pengecekan bansos April 2026 kini bisa dilakukan dengan mudah lewat HP menggunakan NIK KTP melalui situs Kemensos, sehingga masyarakat dapat mengetahui status penerimaan bantuan dari data terbaru yang sudah diperbarui.
Sumber Referensi
https://www.kompas.tv/info-publik/665118/cara-cek-bansos-april-2026-pakai-nik-di-situs-kemensos-data-penerima-mulai-diperbarui?page=2






















