Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya menyalurkan bantuan sosial (bansos) secara merata kepada masyarakat yang membutuhkan. Upaya ini dilakukan agar bantuan benar-benar diterima oleh kelompok yang berhak dan dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat kurang mampu.
Dalam pelaksanaannya, Kemensos melakukan proses penyaringan data secara ketat. Hal ini bertujuan untuk memastikan penyaluran bansos tepat sasaran dan tidak salah penerima. Salah satu metode yang digunakan dalam proses seleksi tersebut adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan kategori yang disebut desil.
Pengelompokan desil didasarkan pada tingkat kesejahteraan ekonomi masyarakat, mulai dari kelompok paling miskin hingga kelompok yang lebih mampu. Dengan sistem ini, pemerintah dapat menentukan prioritas penerima bantuan secara lebih adil dan terstruktur.
Apa Itu Kategori Desil Bansos?
Kategori desil merupakan pembagian rumah tangga ke dalam beberapa kelompok berdasarkan tingkat ekonomi.
Berikut pembagian kategori desil yang perlu dipahami:
- Desil 1: Rumah tangga dalam 10% terbawah (sangat miskin)
- Desil 2: Rumah tangga dalam 10–20% terendah (miskin)
- Desil 3: Rumah tangga dalam 20–30% terendah (hampir miskin)
- Desil 4: Rumah tangga dalam 30–40% terendah (rentan miskin)
- Desil 5–6: Rumah tangga dalam 40–60% menengah ke bawah
- Desil 7–10: Rumah tangga dalam 30% tertinggi (relatif mampu)
Dengan memahami kategori ini, masyarakat dapat mengetahui posisi ekonominya dalam sistem pendataan bansos. Hal ini juga membantu menjelaskan mengapa seseorang menerima bantuan, sementara yang lain tidak.
Dampak Desil bagi Penerima Bansos
Kategori desil memiliki pengaruh besar terhadap jenis bantuan yang bisa diterima oleh masyarakat.
Berikut beberapa dampaknya:
- Desil 1–4: Berhak menerima Program Keluarga Harapan (PKH)
- Desil 1–5: Berhak menerima Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau Program Sembako
- Desil 1–5: Berhak mendapatkan Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK)
- Desil 1–5: Berpotensi memperoleh program asistensi rehabilitasi sosial (ATENSI), sesuai hasil asesmen Kemensos
Melalui sistem ini, bantuan sosial dapat difokuskan kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan, khususnya mereka yang berada pada desil terbawah.
Cara Cek Desil Bansos
Dalam pengecekan desil, kalian dapat melakukannya dengan menggunakan aplikasi cek bansos dan website resmi cek bansos.
Cek Desil Melalui Aplikasi Cek Bansos
Berikut cara mengeceknya:
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” melalui Play Store atau App Store
- Buka aplikasi, lalu pilih menu “Cek Bansos”
- Masukkan NIK sesuai KTP
- Tekan tombol “Cari Data”
Sistem akan menampilkan informasi desil serta status penerimaan bansos
Cek Desil Melalui Website Resmi Kemensos
Selain lewat aplikasi, Anda juga bisa melakukan pengecekan secara online melalui situs resmi:
- Akses laman resmi cek bansos Kemensos
- Masukkan NIK sesuai KTP
- Ketik kode captcha yang tersedia
- Klik “Cari Data”
Informasi mengenai desil dan status bantuan akan ditampilkan secara otomatis
Kesimpulan
Memahami kategori desil sangat penting bagi masyarakat agar tidak salah dalam menyikapi status penerimaan bansos. Dengan mengetahui posisi desil masing-masing, masyarakat bisa lebih memahami peluang mendapatkan bantuan serta alasan di balik kebijakan penyaluran yang diterapkan pemerintah.
Pastikan Anda selalu mengecek data diri secara berkala melalui saluran resmi agar informasi yang digunakan tetap akurat dan sesuai dengan kondisi terkini.
Sumber
https://money.kompas.com/read/2025/10/17/094022726/apa-itu-desil-ini-penjelasan-dan-pengaruhnya-terhadap-penerima-bansos-kemensos?lgn_method=google&google_btn=onetap






















