Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan pembaruan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Secara berkala agar informasi yang digunakan tetap akurat, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada berbagai pihak terkait.
Terutama dalam penyaluran bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk Triwulan II tahun 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa pemutakhiran DTSEN Volume 2 menjadi dasar utama dalam penyaluran bansos pada periode April hingga Juni 2026.
Pembaruan ini dilakukan agar bantuan dapat tersalurkan lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Ia juga menyampaikan bahwa proses pembaruan data dilakukan setiap tiga bulan sekali. Pada periode Triwulan II ini, hasil pemutakhiran dapat diterima lebih cepat sekitar 10 hari dibanding sebelumnya.
“Alhamdulillah, ini berkat kesepakatan bersama agar penyaluran bisa lebih cepat. Ibu Kepala BPS beserta timnya dapat mempercepat penyerahan DTSEN hasil pemutakhiran tersebut sebanyak 10 hari, jadi biasanya pada tanggal 20, kini kita bisa terima pada tanggal 10. Alhamdulillah, untuk triwulan kedua ini kita sudah menerima pada tanggal 10,”
Gus Ipul menambahkan bahwa DTSEN Volume 2 yang telah diperbarui akan digunakan sebagai acuan utama dalam penyaluran bantuan sosial PKH dan BPNT pada triwulan kedua tahun 2026.
“Saya sangat bersyukur, Alhamdulillah, DTSEN semakin kuat dan stabil, DTSEN terus melakukan langkah nyata, sehingga kesalahan semakin berkurang,”
Ia juga menjelaskan bahwa pembaruan data secara berkala bertujuan untuk meningkatkan akurasi serta memastikan kesesuaian data penerima bantuan.
Sebelumnya, terdapat data yang tidak sesuai kondisi sebenarnya sehingga perlu dilakukan perbaikan.
“Sebelumnya, stakeholder tidak mendapatkan data yang tepat waktu. Dan ada yang sebelumnya sudah menerima tetapi masuk ke kesalahan inclusion, sehingga tidak bisa menerima lagi.Jadi memang data ini dinamis,” jelasnya.
Integrasi Data dan Penyaluran Bantuan
Dilansir dari RadarSemarang pembaruan DTSEN juga telah terhubung dengan data kependudukan dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri sehingga data menjadi lebih valid dan dapat dipercaya.
Penyaluran bantuan sosial dilakukan melalui dua jalur, yaitu perbankan Himbara serta PT Pos Indonesia bagi penerima yang tidak memiliki akses bank.
Untuk Triwulan II tahun 2026, pemerintah menargetkan kualitas data semakin baik agar penyaluran bantuan pada bulan April, Mei, dan Juni dapat berjalan tepat waktu dan diterima oleh masyarakat yang berhak.
Perkembangan Data Penerima Bansos
Menteri Sosial Saifullah Yusuf menyebutkan bahwa sekitar 11.014 keluarga penerima manfaat (KPM) telah dikeluarkan dari daftar karena hasil evaluasi data menunjukkan ketidaksesuaian.
Jumlah tersebut setara dengan sekitar 0,06 persen dari total penerima tahap pertama.
Selain itu, data baru juga ditambahkan berdasarkan hasil pemutakhiran tahap kedua.
Dari 77.014 keluarga yang sebelumnya belum memiliki kategori desil, sebanyak 26.176 keluarga telah dinyatakan memenuhi hasil verifikasi lapangan.
Dari jumlah tersebut, 25.665 keluarga masuk dalam desil 1 hingga 5 dan masih berpeluang menerima bantuan sosial.
Sementara 1.511 keluarga lainnya berada di desil 5 hingga 10 sehingga tidak termasuk dalam kriteria penerima karena terdapat ketidaksesuaian data.
Gus Ipul juga mengimbau masyarakat agar rutin melakukan pengecekan status bantuan melalui saluran resmi pemerintah.
Masyarakat yang ingin mengajukan sanggahan atau perbaikan data dapat memanfaatkan aplikasi resmi Cek Bansos Kemensos.
Panduan Cek Bansos April 2026
Pengecekan status bantuan sosial dapat dilakukan dengan mudah melalui situs resmi Kemensos maupun aplikasi di ponsel.
Melalui Website Resmi Kemensos
- Akses https://cekbansos.kemensos.go.id/
- Masukkan data wilayah sesuai KTP
- Input nama lengkap
- Ketik kode captcha yang muncul
- Klik tombol “CARI DATA”
- Sistem akan menampilkan data penerima sesuai wilayah
Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi di Play Store atau App Store
- Buat akun baru dengan data KTP
- Isi informasi pribadi secara lengkap
- Unggah foto KTP dan swafoto
- Lakukan verifikasi akun
- Setelah login, buka menu profil untuk melihat status bantuan
Cara Cek Bansos Secara Offline
Jika tidak dapat mengakses layanan online, masyarakat bisa melakukan pengecekan secara langsung melalui perangkat pemerintah daerah.
Datangi kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat dengan membawa KTP untuk meminta pengecekan data penerima bantuan.
Petugas akan mencocokkan data dengan sistem yang tersedia untuk mengetahui status kepesertaan.
Alternatif lainnya, masyarakat juga dapat menghubungi RT/RW atau perangkat kelurahan untuk mendapatkan informasi awal terkait status bantuan sosial.
Kesimpulan
Cara cek bansos April 2026 dapat dilakukan melalui situs atau aplikasi resmi Kemensos untuk mengetahui status penerimaan.
Sumber Referensi
https://radarsemarang.jawapos.com/berita/2604180008/cara-mudah-cek-bansos-april-2026-sudah-cair-masuk-rekening-atau-belum?page=2





















