Cara mengecek bansos menjadi hal yang penting agar masyarakat tidak melewatkan informasi pencairan bantuan.
Pemerintah melalui Menteri Sosial, Saifullah Yusuf, menyampaikan bahwa penyaluran bantuan sosial akan mulai dilakukan setelah tanggal 10 April.
Proses distribusi dilakukan secara bertahap kepada warga yang sudah terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dan saat ini pelaksanaannya telah memasuki tahap triwulan kedua.
“Setiap tanggal 10 nanti kami terima dan hasil pemutakhiran itu yang akan kami jadikan pedoman untuk menyalurkan bansos setiap bulannya,” ujar Saifullah mengutip laman resmi Kemensos, dikutip Selasa, 5 Mei 2026.
Lalu, bagaimana jadwal pencairan bansos untuk bulan Mei dan periode berikutnya?
Tahapan Pencairan Bansos 2026
Penerima bantuan perlu memahami jadwal penyaluran karena distribusi tidak dilakukan secara bersamaan.
Walaupun tidak ada tanggal pasti setiap bulannya, saat ini pencairan telah memasuki triwulan II yang berlangsung hingga Juni 2026.
Dilansir dari MetroTV berikut pembagian tahap penyaluran bansos selama 2026:
- Tahap 1 (Triwulan I): Januari – Maret 2026
- Tahap 2 (Triwulan II): April – Juni 2026 (berlangsung saat ini)
- Tahap 3 (Triwulan III): Juli – September 2026
- Tahap 4 (Triwulan IV): Oktober – Desember 2026
Besaran Bantuan PKH dan BPNT
Di antara berbagai program Kementerian Sosial, yang paling banyak dikenal adalah Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Penting bagi KPM untuk mengetahui nominal bantuan yang diterima sesuai kategori.
Program Keluarga Harapan (PKH)
- Ibu hamil: Rp3.000.000 per tahun (Rp750.000 tiap tahap)
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp3.000.000 per tahun (Rp750.000 tiap tahap)
- Siswa SD: Rp900.000 per tahun (Rp225.000 tiap tahap)
- Siswa SMP: Rp1.500.000 per tahun (Rp375.000 tiap tahap)
- Siswa SMA: Rp2.000.000 per tahun (Rp500.000 tiap tahap)
- Penyandang disabilitas berat: Rp2.400.000 per tahun (Rp600.000 tiap tahap)
- Lansia 60 tahun ke atas: Rp2.400.000 per tahun (Rp600.000 tiap tahap)
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp10.800.000 per tahun (Rp2.700.000 tiap tahap)
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Setiap KPM memperoleh Rp200.000 per bulan. Karena penyaluran dilakukan per triwulan, total yang diterima mencapai Rp600.000 setiap tahap.
Cara Mengetahui Status Pencairan Bansos
Masyarakat dapat memeriksa apakah bantuan sudah cair melalui dua cara berikut:
Melalui Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi “Cek Bansos” di Play Store atau App Store
- Login menggunakan akun yang terdaftar
- Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu
- Pilih menu “Cek Bansos”
- Isi data wilayah dan nama sesuai KTP
- Masukkan kode verifikasi
- Klik “Cari Data” dan tunggu hasilnya muncul
Melalui Situs Resmi Kemensos
- Kunjungi laman resmi Kementerian Sosial
- Masukkan NIK sesuai KTP
- Isi kode captcha yang tersedia
- Klik “Cari Data”
- Sistem akan menampilkan status penerima beserta periode pencairan
Syarat Menjadi Penerima Bansos
Bagi masyarakat yang ingin mendaftar sebagai KPM, berikut beberapa ketentuan yang harus dipenuhi:
- Warga Negara Indonesia (WNI) dengan NIK yang valid
- Terdaftar dalam Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN)
- Termasuk kategori keluarga miskin atau rentan miskin
- Bukan ASN, anggota TNI, atau Polri
- Bukan pensiunan yang menerima penghasilan tetap dari negara
- Tidak memiliki pendapatan di atas UMP/UMK berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan
Dengan memahami alur penyaluran, nominal bantuan, serta cara pengecekan, masyarakat dapat lebih mudah memastikan status penerimaan bansos dan memanfaatkannya secara optimal.
Kesimpulan
Pencairan bansos pada Mei 2026 dilakukan secara bertahap sesuai jadwal triwulan yang berlaku, sehingga masyarakat perlu rutin mengecek status penerimaan melalui aplikasi atau situs resmi agar tidak ketinggalan informasi terbaru.
Sumber Referensi
https://www.metrotvnews.com/read/koGCaqBL-jadwal-pencairan-bansos-mei-2026-hingga-cara-mengeceknya






















