Pemerintah kini menggunakan sistem desil sebagai acuan utama agar penyaluran bantuan sosial (bansos) lebih tepat sasaran. Melalui pengecekan desil bansos April 2026 lewat HP, masyarakat dapat mengetahui status penerimaan bantuan sekaligus posisi tingkat kesejahteraan mereka dalam skala nasional.
Desil merupakan metode pengelompokan masyarakat ke dalam 10 tingkat berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), mulai dari Desil 1 (paling miskin) hingga Desil 10 (paling sejahtera).
Penilaian ini menjadi dasar pemerintah dalam menentukan penerima bansos, dengan Desil 1–4 sebagai prioritas utama.
Secara umum, desil dibagi dari 1 hingga 10 sebagai skala kesejahteraan. Namun, untuk penyaluran bansos, fokus utama biasanya berada di Desil 1 sampai 5.
Kategori Desil Serta Penjelasanya
- Desil 1 – Sangat Miskin
Kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah, tanpa pekerjaan tetap dan kesulitan memenuhi kebutuhan dasar. Mereka menjadi prioritas utama penerima bansos. - Desil 2 – Miskin
Pendapatan masih rendah dan rentan terhadap perubahan ekonomi, seperti kenaikan harga. Umumnya belum memiliki tabungan. - Desil 3 – Hampir Miskin
Tidak termasuk miskin ekstrem, tetapi masih rawan. Jika terjadi PHK atau kenaikan harga kebutuhan, bisa turun ke kategori miskin. - Desil 4 – Rentan Miskin
Kondisi ekonomi mulai stabil, namun tetap berisiko terdampak jika ada kejadian tak terduga seperti sakit atau penurunan penghasilan. - Desil 5 – Pas-pasan
Sudah memiliki pekerjaan tetap dan penghasilan cukup, tetapi masih terbatas. Dalam beberapa program, masih berpeluang menerima bantuan. - Desil 6 – Menengah ke Atas
Kelompok yang tergolong sejahtera dengan penghasilan stabil dan risiko kemiskinan rendah, sehingga tidak lagi menjadi prioritas penerima bansos reguler.
Pengaruh Desil Terhadap Penerimaan Bansos
Berdasarkan sistem desil, berikut gambaran penerima beberapa program utama:
- Program Keluarga Harapan (PKH): Desil 1–4
- Program Sembako (BPNT): Desil 1–5
- Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK): Desil 1–5 (atau melalui asesmen)
- Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI): Desil 1–5 (atau melalui asesmen)
- Bansos lain dari Kemensos: menyesuaikan kebijakan yang berlaku
Secara umum, Desil 1–4 memiliki peluang terbesar untuk menerima berbagai jenis bantuan sosial. Desil 5 masih berkesempatan di beberapa program tertentu, sedangkan Desil 6 ke atas biasanya tidak menjadi prioritas karena dianggap lebih sejahtera.
Perubahan Data Desil
Data desil bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu, tergantung pembaruan data.
Perubahan bisa terjadi karena:
- Penyelarasan data pemerintah pusat antar kementerian atau hasil survei terbaru.
- Pembaruan data desa melalui aplikasi SIKS-NG.
- Pengajuan masyarakat lewat aplikasi Cek Bansos, yang kemudian diverifikasi langsung di lapangan.
Proses pembaruan DTSEN dapat dilakukan setiap hari, namun biasanya dibatasi hingga tanggal 26 setiap bulan. Penetapan hasil pembaruan dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Desil bisa dicek melalui akun pendamping, desa maupun Kabupaten pada aplikasi SIKS-NG.
“Warga juga bisa mengecek bansos apa yang mereka dapatkan melalui aplikasi Cek Bansos atau web cekbansos.kemensos.go.id”kata Hendrawarn, pendamping PKH Desa Krandegan.
Dengan memahami sistem desil, masyarakat dapat mengetahui posisi kesejahteraannya dan memahami alasan mengapa sebagian menerima bantuan sementara yang lain tidak. Harapannya, sistem ini mampu membuat penyaluran bantuan lebih tepat sasaran dan adil.
Kesimpulan






















