Setiap tahun, jutaan keluarga di Indonesia menerima bantuan sosial dari pemerintah. Namun, masih banyak yang belum memahami bagaimana cara menentukan siapa yang berhak mendapatkannya.
Padahal, ada sistem yang digunakan sebagai acuan, yaitu kategori desil.
Pemerintah memakai sistem desil untuk mengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkat kesejahteraan. Dengan memahami desil 1 sampai 10, masyarakat bisa lebih mudah mengetahui apakah dirinya atau keluarganya termasuk dalam kelompok yang diprioritaskan menerima bansos di tahun 2026.
Berikut penjelasan lengkapnya, mulai dari pengertian hingga kriteria penerima.
Apa Itu Desil Penerima Bansos 2026?
Desil adalah sistem pembagian tingkat kesejahteraan masyarakat yang digunakan oleh Kementerian Sosial (Kemensos). Seluruh penduduk dibagi ke dalam 10 kelompok berdasarkan kondisi sosial dan ekonomi masing-masing.
Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraannya. Artinya, peluang untuk mendapatkan bantuan juga semakin besar. Sebaliknya, semakin tinggi desil, maka kondisi ekonominya dianggap lebih baik.
Penentuan desil ini bukan berdasarkan perkiraan semata, melainkan dari data resmi yang dihimpun dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 4 Tahun 2025. Aturan ini juga diperkuat melalui Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2025.
Faktor yang Menentukan Posisi Desil
Penentuan desil tidak hanya melihat satu aspek saja, melainkan gabungan dari beberapa faktor, antara lain:
- Kepemilikan aset, seperti tanah, kendaraan, atau barang berharga
- Kondisi tempat tinggal, apakah layak huni atau tidak
- Pendidikan dan pekerjaan, yang mencerminkan kemampuan ekonomi
- Jumlah tanggungan keluarga, semakin banyak tanggungan biasanya semakin berat beban ekonomi
Keluarga dengan kondisi ekonomi stabil, aset memadai, dan pekerjaan tetap biasanya masuk ke desil atas. Sebaliknya, keluarga dengan keterbatasan ekonomi akan berada di desil bawah.
Perlu diingat, data ini bisa berubah seiring waktu, tergantung kondisi ekonomi masing-masing keluarga.
Kategori Desil 1 sampai 10
Berikut gambaran singkat tiap kategori desil:
- Desil 1: Kelompok paling miskin (miskin ekstrem), prioritas utama bansos
- Desil 2: Kelompok miskin, masih menjadi sasaran utama bantuan
- Desil 3: Hampir miskin, masih rentan secara ekonomi
- Desil 4: Rentan miskin, mudah terdampak kondisi ekonomi
- Desil 5–6: Menengah ke bawah, bantuan lebih terbatas
- Desil 7–10: Menengah hingga sejahtera, tidak termasuk prioritas bansos
Kriteria Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026
Mulai tahun 2026, pemerintah memperketat penyaluran bantuan agar lebih tepat sasaran.
- PKH (Program Keluarga Harapan)
Ditujukan untuk desil 1 sampai 4, dengan sekitar 10 juta keluarga penerima. - BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai)
Kini juga difokuskan hanya untuk desil 1 sampai 4, dengan kuota sekitar 18,2 juta keluarga. - PBI JKN (Bantuan Iuran Kesehatan)
Masih menjangkau desil 1 sampai 5, dengan cakupan paling luas.
Program bantuan sosial lainnya juga umumnya menggunakan acuan desil 1 sampai 5, tergantung kebijakan masing-masing program.
Hal yang Perlu Diperhatikan
Masuk dalam kategori desil prioritas tidak otomatis membuat seseorang langsung menerima bansos. Setiap program memiliki kuota terbatas, sehingga tetap ada proses seleksi.
Misalnya, seseorang yang berada di desil 3 atau 4 belum tentu langsung mendapat bantuan jika kuota di wilayahnya sudah terpenuhi.
Dengan memahami sistem desil ini, masyarakat bisa lebih mengerti bagaimana pemerintah menentukan penerima bansos, sekaligus memastikan bantuan benar-benar sampai kepada yang paling membutuhkan.
Kesimpulan
Desil adalah acuan utama pemerintah untuk menentukan penerima bansos berdasarkan tingkat kesejahteraan. Bantuan seperti PKH dan BPNT diprioritaskan untuk desil 1–4, namun tetap bergantung pada kuota dan seleksi, sehingga tidak semua yang masuk kategori tersebut otomatis menerima bantuan.






















