DTKS dan DTSEN saat ini menjadi topik yang cukup sering dibicarakan, terutama oleh masyarakat yang berharap mendapatkan bantuan sosial (bansos). Meski begitu, masih banyak yang belum memahami apa perbedaan keduanya dan sistem mana yang kini digunakan pemerintah.
Dahulu, DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial) digunakan sebagai basis utama data penerima bantuan sosial di Indonesia.
Namun, pemerintah kini telah mengembangkan sistem baru bernama DTSEN yang dianggap lebih lengkap, terintegrasi, dan akurat. Perubahan ini menimbulkan berbagai pertanyaan terkait fungsi, mekanisme, serta cara pendaftarannya.
Lalu sebenarnya apa itu DTKS dan DTSEN? Apa perbedaan keduanya, dan bagaimana cara agar bisa terdaftar sehingga berpeluang menerima bansos? Berikut penjelasannya.
Pengertian DTKS
DTKS atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial merupakan sistem data yang berisi informasi masyarakat yang membutuhkan layanan kesejahteraan sosial.
Di dalamnya mencakup calon penerima bantuan, program pemberdayaan sosial, hingga data pendukung kesejahteraan lainnya.
Sistem ini sebelumnya dikelola oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial, dengan pembaruan data dilakukan oleh pemerintah daerah melalui sistem SIKS-NG. DTKS inilah yang dahulu menjadi acuan utama dalam penyaluran berbagai program bantuan sosial.
Pengertian DTSEN
DTSEN atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional merupakan sistem data terbaru yang dibentuk pemerintah sebagai pembaruan dari sistem sebelumnya.
DTSEN mengintegrasikan beberapa sumber data sekaligus, seperti DTKS, data Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek), dan data penanganan kemiskinan ekstrem (P3KE).
Sistem ini menyatukan data dari berbagai lembaga, termasuk Kementerian Sosial, Badan Pusat Statistik, Dukcapil, hingga pemerintah daerah. Tujuannya adalah menciptakan satu data terpadu yang lebih menyeluruh dan akurat.
Perbedaan DTKS Dan DTSEN
Perbedaan utama antara DTKS dan DTSEN terletak pada cakupan serta fungsinya. DTKS hanya mencakup kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan rendah, sementara DTSEN mencakup seluruh penduduk dari berbagai lapisan ekonomi.
Selain itu, DTSEN kini menggantikan peran DTKS sebagai sistem utama dalam penyaluran bantuan sosial. Sejak diberlakukannya kebijakan terbaru pada tahun 2025, DTSEN menjadi acuan tunggal dalam berbagai program sosial dan ekonomi nasional.
Pemerintah juga menegaskan bahwa dengan adanya sistem ini, data masyarakat akan lebih terintegrasi, sehingga penyaluran bantuan bisa lebih tepat sasaran dan mengurangi kesalahan data.
Sistem Desil Dalam Bantuan Sosial
Dalam penentuan penerima bantuan, pemerintah menggunakan sistem desil untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat. Desil membagi penduduk menjadi 10 kelompok, mulai dari kondisi ekonomi terendah hingga tertinggi.
Berikut gambaran umum pembagiannya:
- Desil 1: kelompok dengan kondisi ekonomi paling rendah
- Desil 2: tingkat kesejahteraan sangat rendah
- Desil 3: hampir miskin
- Desil 4: rentan miskin
- Desil 5: menengah bawah
- Desil 6–10: menengah hingga tinggi
Sistem ini membantu pemerintah dalam menentukan prioritas penerima bantuan secara lebih objektif dan terukur.
Hubungan DTSEN Dengan Sistem Desil
Sistem desil memiliki keterkaitan erat dengan DTSEN. Data pengelompokan tingkat kesejahteraan masyarakat akan tersimpan dalam DTSEN dan digunakan sebagai dasar dalam berbagai kebijakan sosial.
Fungsinya meliputi penentuan penerima bantuan, proses verifikasi data, mencegah duplikasi penerima, serta membantu pemerintah daerah dalam menyusun program sosial yang lebih tepat sasaran.
Dengan sistem yang lebih terintegrasi ini, diharapkan penyaluran bantuan sosial menjadi lebih transparan, akurat, dan merata.
Cara Mendaftar DTSEN Untuk Menjadi Penerima Bansos
Agar bisa masuk dalam sistem DTSEN dan berkesempatan menerima bantuan sosial, masyarakat perlu melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Pendaftaran dapat dilakukan secara langsung maupun melalui sistem online.
Pendaftaran Secara Langsung
- Datang ke kantor desa atau kelurahan dengan membawa KTP dan Kartu Keluarga
- Mengisi formulir pendaftaran yang disediakan
- Data akan dibahas dalam musyawarah tingkat desa atau kelurahan
- Jika disetujui, data akan diteruskan ke Dinas Sosial
- Selanjutnya diverifikasi hingga tingkat pemerintah pusat
Pendaftaran Secara Online
- Mengunduh aplikasi resmi Cek Bansos dari Kementerian Sosial
- Melakukan pendaftaran akun baru
- Login ke aplikasi menggunakan akun yang telah dibuat
- Mengisi data sesuai petunjuk yang tersedia
- Mengirim pengajuan untuk proses verifikasi
Setelah seluruh proses selesai, penetapan penerima bantuan akan dilakukan berdasarkan hasil verifikasi dan data yang telah masuk dalam sistem nasional.
Kesimpulan
Semoga informasi ini dapat menambah pemahaman dan bermanfaat bagi masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai DTKS dan DTSEN serta cara pendaftaran bantuan sosial.
Sumber Referensi
- https://www.detik.com/jogja/bisnis/d-8443038/dtks-dan-dtsen-itu-apa-ini-perbedaan-dan-cara-daftarnya-agar-dapat-bansos#google_vignette






















