Kementerian Sosial (Kemensos) terus melakukan pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai langkah untuk mempercepat penyaluran bantuan sosial (bansos) reguler. Program yang dimaksud meliputi Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) untuk periode triwulan II tahun 2026.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan, pembaruan data ini penting karena kondisi masyarakat di lapangan selalu berubah. Karena itu, data penerima bansos juga harus ikut diperbarui secara berkala.
“Memang data ini dinamis, kita sesuaikan dengan perkembangan di lapangan. Ada satu hal yang perlu disampaikan bahwa Desil itu ada yang untuk tingkat nasional, ada pendesilan tingkat regional, dan ada tingkat kabupaten/kota,” kata Gus Ipul dalam keterangannya dikutip Minggu (19/4/2026).
Pemahaman Desil Perlu Diperhatikan
Gus Ipul menilai, pemahaman soal desil masih jadi hal penting, terutama bagi pemerintah daerah. Pembagian desil yang mencakup tingkat nasional, provinsi, hingga kabupaten/kota perlu dipahami agar bantuan yang disalurkan benar-benar tepat sasaran.
“Untuk itu, ini perlu dipahami oleh kita semuanya khususnya untuk daerah, supaya bantuan-bantuan yang dilakukan oleh pemerintah termasuk pemerintah daerah itu bisa lebih tepat sasaran,” ujarnya.
Di sisi lain, Kemensos juga terus berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) serta pemerintah daerah untuk menyelaraskan data. Upaya ini dilakukan agar data penerima bansos semakin akurat.
“Mulai banyak daerah-daerah yang menyadari betapa pentingnya data-data dari daerah itu untuk bisa dikonsolidasikan dengan BPS. Ini tentu menjadi satu langkah-langkah yang lebih konkret dalam menghadirkan data yang lebih akurat,” ungkapnya.
Proses Pemutakhiran Lebih Cepat
Untuk triwulan II 2026, proses pembaruan DTSEN berjalan lebih cepat dibanding sebelumnya. Penyerahan data dari BPS yang biasanya dilakukan sekitar tanggal 20 kini bisa dipercepat menjadi tanggal 10.
“Sebelumnya, biasanya BPS menyerahkan tanggal 20, kini alhamdulillah terima kasih Ibu Kepala BPS, bisa menyerahkan di tanggal 10, awal penyaluran setiap triwulannya. Ini saya berterima kasih, karena dengan begitu penyaluran bisa kita lakukan lebih cepat,” kata Gus Ipul.
Data DTSEN volume 2 hasil pembaruan ini kemudian digunakan sebagai dasar penentuan penerima bansos PKH dan BPNT untuk periode April hingga Juni 2026.
“Saya bersyukur sekali, Alhamdulillah DTSEN semakin solid, DTSEN terus dilakukan langkah-langkah nyata, sehingga errornya terus menurun,” ujarnya.
Kemensos menargetkan penyaluran bansos pada periode tersebut dapat berjalan tepat waktu dan diterima oleh masyarakat yang memang berhak.
Cara Mencairkan Bansos 2026
Penyaluran bansos dilakukan melalui dua jalur utama, yaitu:
1. Bank Himbara
Bantuan disalurkan secara non-tunai melalui bank milik negara seperti BRI, BNI, Mandiri, dan BTN, sesuai Perpres Nomor 63 Tahun 2017.
2. PT Pos Indonesia
Jalur ini diperuntukkan bagi kelompok tertentu, antara lain:
-
- Penyandang disabilitas berat
- Lansia non-potensial
- Eks penderita penyakit kronis
- Komunitas adat terpencil
- Warga di daerah yang belum memiliki akses perbankan
Daftar Bansos Cair April 2026
Program Keluarga Harapan (PKH)
PKH merupakan bantuan bersyarat yang ditujukan untuk meningkatkan kualitas hidup keluarga miskin, terutama di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan.
Penyaluran dilakukan setiap tiga bulan, dan tahap kedua tahun 2026 berlangsung pada April hingga Juni.
Besaran bantuan per tahap:
- Ibu hamil/nifas: Rp750.000
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750.000
- Anak SD/sederajat: Rp225.000
- Anak SMP/sederajat: Rp375.000
- Anak SMA/sederajat: Rp500.000
- Lansia: Rp600.000
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000
Nominal yang diterima tiap keluarga bisa berbeda, tergantung jumlah komponen yang terdaftar di DTSEN.
Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
BPNT diberikan dalam bentuk saldo elektronik yang dapat digunakan untuk membeli kebutuhan pokok.
- Total bantuan: Rp600.000 per tahap (akumulasi tiga bulan)
- Disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)
- Dapat digunakan di e-warong atau agen resmi
Program ini menyasar keluarga miskin yang sudah tercatat dalam DTSEN.
Cara Cek Bansos Kemensos 2026
Masyarakat bisa mengecek status penerima bansos melalui dua cara:
Melalui website resmi
- Kunjungi cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan data wilayah sesuai KTP
- Ketik nama lengkap
- Isi kode captcha
- Klik “Cari Data”
Melalui aplikasi
- Unduh aplikasi “Cek Bansos”
- Login menggunakan NIK atau KK
- Pilih menu “Cek Penerima”
- Masukkan data sesuai KTP
- Klik “Cari Data”
Hasil pencarian akan menunjukkan apakah seseorang terdaftar sebagai penerima PKH, BPNT, atau bantuan lainnya.
Syarat Penerima Bansos 2026
Adapun syarat penerima bansos antara lain:
- Warga Negara Indonesia (WNI)
- Memiliki KTP dan Kartu Keluarga (KK)
- Terdaftar dalam DTSEN
- Termasuk keluarga miskin atau rentan
- Tidak menerima bantuan serupa lainnya
- Bukan ASN, TNI, atau Polri
Pada tahun 2026, pemerintah memprioritaskan penerima dari:
- Desil 1–4 untuk PKH
- Desil 1–4 untuk BPNT (tidak termasuk desil 5)
Kesimpulan
Percepatan pembaruan DTSEN menjadi langkah penting agar penyaluran bansos di triwulan II 2026 bisa berjalan lebih cepat dan tepat sasaran. Dengan data yang terus diperbaiki dan koordinasi yang makin rapi, peluang bantuan sampai ke masyarakat yang benar-benar membutuhkan juga semakin besar.
Agar tidak ketinggalan, masyarakat disarankan rutin mengecek status penerima bansos melalui kanal resmi yang sudah disediakan pemerintah.
Sumber
https://kabar24.bisnis.com/read/20260419/243/1967684/bansos-kemensos-pkh-bpnt-triwulan-ii-2026-cair-cek-penerima-link-nominal#goog_rewarded






















