Pemerintah kembali melakukan pembaruan terkait penyaluran bantuan sosial (bansos) di tahun 2026. Informasi terbaru ini disampaikan oleh Pusat Data dan Informasi Kesejahteraan Sosial (Pusdatin Kesos) lewat unggahan resminya di media sosial di awal tahun.
Perubahan yang dilakukan mencakup beberapa hal, mulai dari kriteria penerima, sistem penentuan berbasis desil, sampai jadwal pencairan bansos tahap kedua yang mulai berjalan sejak April 2026.
Dengan adanya pembaruan ini, masyarakat diharapkan bisa lebih memahami posisi mereka dalam sistem bansos, sekaligus memastikan data yang dimiliki sudah benar dan sesuai.
DTSEN Jadi Acuan Penyaluran Bansos 2026
Penentuan penerima bansos di tahun 2026 sekarang mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Data ini jadi acuan utama pemerintah supaya bantuan yang diberikan bisa lebih tepat sasaran.
Di dalam DTSEN, masyarakat Indonesia dibagi berdasarkan tingkat kesejahteraan menggunakan sistem desil, mulai dari desil 1 sampai desil 10.
* Desil 1: 10% masyarakat dengan kondisi ekonomi paling rendah
* Desil 10: 10% masyarakat dengan kondisi ekonomi paling sejahtera
Lewat sistem ini, bantuan sosial akan lebih dulu diprioritaskan untuk mereka yang berada di desil paling bawah.
Menariknya, DTSEN ini bersifat dinamis. Artinya, data bisa berubah mengikuti kondisi ekonomi terbaru masyarakat. Jadi, penting banget untuk memastikan data kita selalu diperbarui agar tetap sesuai.
Apa Itu Desil Dalam Bansos?
Desil adalah cara untuk mengelompokkan tingkat kesejahteraan masyarakat berdasarkan berbagai faktor, bukan cuma soal penghasilan saja. Penilaiannya juga melihat hal lain seperti:
- Kepemilikan aset
- Kondisi tempat tinggal
- Tingkat pendidikan
- Jenis pekerjaan
- Jumlah anggota keluarga
Semakin baik kondisi ekonomi sebuah keluarga, maka posisinya akan berada di desil atas. Sebaliknya, kalau kondisi ekonominya terbatas, akan masuk ke desil bawah.
Berikut gambaran kategorinya:
- Desil 1: Miskin ekstrem
- Desil 2: Miskin
- Desil 3: Hampir miskin
- Desil 4: Rentan miskin
- Desil 5: Menengah ke bawah
- Desil 6–10: Menengah hingga mampu
Secara umum, desil 1 sampai 4 jadi prioritas utama penerima bansos.
Kriteria Penerima Bansos 2026
Berdasarkan pembaruan dari Pusdatin Kesos, ini gambaran penerima bansos di tahun 2026:
Program Keluarga Harapan (PKH)
Ditujukan untuk desil 1 sampai 4, dengan kuota sekitar 10 juta keluarga. Prioritas utamanya tetap pada kelompok yang paling membutuhkan.
Bantuan Sembako (BPNT)
Menjangkau desil 1 sampai 5, dengan kuota sekitar 18,2 juta keluarga. Fokusnya masih pada masyarakat rentan.
PBI JKN (Bantuan Iuran Kesehatan)
Diberikan untuk desil 1 sampai 5, dengan cakupan hingga 96,8 juta jiwa.
Perlu diingat, meskipun masuk dalam kategori desil tersebut, belum tentu otomatis dapat bansos. Soalnya, kuota terbatas dan tetap ada proses seleksi berdasarkan prioritas.
Ke depannya, pemerintah juga berencana mempersempit sasaran bantuan, misalnya:
- PKH lebih difokuskan ke desil 1
- Bantuan sembako ke desil 1–2
- PBI JKN ke desil 1–4
Cara Cek Status Bansos Dan Desil
Sekarang masyarakat bisa cek sendiri status bansos dan posisi desil dengan mudah.
Lewat Aplikasi Cek Bansos
- Unduh aplikasi resmi
- Login pakai NIK
- Pilih menu “Cek Bansos”
- Masukkan data lalu klik “Cari Data”
Lewat Website Resmi Kemensos
- Kunjungi cekbansos.kemensos.go.id
- Masukkan NIK dan kode captcha
- Klik “Cari Data”
Nantinya akan muncul informasi lengkap, mulai dari jenis bantuan yang diterima sampai posisi desil keluarga.
Jika data tidak sesuai, masyarakat dapat mengajukan perbaikan melalui fitur “Usul Sanggah”.
Kesimpulan
Semoga artikel ini bisa membantu Anda memahami sistem bansos 2026 dengan lebih jelas, mulai dari penentuan desil hingga cara mengecek status penerima, sehingga Anda tidak ketinggalan informasi penting terkait bantuan yang tersedia.
Sumber Referensi






















